This blog is a journey of one humble guy, in the quest of what is important in his life and the real meaning of true happiness. It is his utmost wish to share this journey with you and in the process, to help your quest to find yours...
Saturday, October 9, 2010
Alhamdulillah...
Alhamdulillah,
~ My book, Legenda Elfarren is in second printing now.
~ The feedback i've received so far has been between 'Good' and 'Excellent'
~ Got 5 stars from a review by Berita Harian (ruangan Sastera, Jumaat, 8 Okt) - For a new writer, i'm not sure i deserved it, but still...
~ Got green light from Alaf 21 to write the sequel for Legenda Elfarren, as originally planned.
Here's the link to the BH review of my book http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.bharian.com.my%2Fbharian%2Farticles%2FDuniaBuku_LegendaElfarren%2FArticle&h=58ff1
Alhamdulillah...
(This entry is written in a hurry. Hopefully i'll be able to make a full entry of the story behind the writing of LE, which took almost 6 years to complete)
Tuesday, July 15, 2008
Lagenda Elfarren
Alhamdulillah, yesterday i have the first meeting with an editor from Arus Intelek Sdn Bhd about a possibility to publish my long-kept-with-not-really-excellent-review fantasy book, Lagenda Elfarren...
It's been a new experience for me, just by meeting with somebody that has actually shows interest in my writings. And what's more, it was also very comforting - and still very much is - to hear from somebody else's mouth that my book can be considered as okay and even has potential to begin with!
And what's more important, the slight chance of maybe being published, lifts my spirit to get back to my writings and to improve myself more on it.
Even if things didn't work out the way i want, i will still remember this feel-good-feeling to keep me going in this thing i've come to love so much and try much harder in the future, InsyaAllah...
Meanwhile, i will savour this little triumph with joy and full gratitude to Allah The Almighty...
AidanZ
Type rest of the post here
Thursday, April 17, 2008
Lagenda Elfarren... (4)
First of all, i want to say thank you to some of my acquaintances and friends, notably Shu, Madan, Syamsul Hadi, Hasrul Hadi (two hadi,s huh) and several others for the reviews they gave on Lagenda Elfarren.
A couple of my friends even gave their reviews by phone and you know, that was really... cool and refreshing!
To all of them, thank you very much. It means a lot and i really appreciate it.
To tell the truth, there's a small part in me that is very defensive against changing my style of writing. But the better part of me realize that no way can the author judges his own writing/work. that is so self-centered!
So, i tried once again to make changes on the early chapters. For chapter 1, i was like.. stuck! So, i only made few changes. But for chapter 2, i made major changes by inserting a little 'flashback' that hopefully will bode well with the readers.
And one more thing, i also put the third chapter of LE as the mystery surrounding Aidan take a new twist.
Chapter 4, which is my favorite among the four will come soon after..
P/S: You can go Lagenda Elfarren site with the link listed at the sidebar...
Thank you...
Type rest of the post here
Sunday, March 30, 2008
Lagenda Elfarren... (3)
Entry ini adalah sambungan kepada dua entry sebelum ini, dan dibuat setelah menyedari saya terlupa untuk mengumumkan sesuatu.
Dengan ini saya menjemput para pembaca sekalian untuk datang melawat blog saya yang baru, bertajuk "Lagenda Elfarren".
Setelah berfikir panjang, saya telah memutuskan untuk berkongsi hasil penulisan saya sebelum ini dengan para pembaca yang dihormati sekalian. Besar harapan saya jika para pembaca dapat membaca dan memberikan komen juga pandangan tentang tulisan saya supaya saya dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan saya.
Mudah-mudahan saya dapat menjadi penulis yang jauh lebih baik daripada sekarang, dan berjaya mencapai cita-cita saya... dengan bantuan anda semua.
Terima Kasih
AidanZ
*Since i faced a little problem to insert a link for 'Lagenda Elfarren' in this blog, for now, you can just click on the 'Elfarren' at the shoutbox.
Friday, March 28, 2008
Lagenda Elfarren... (2)
....(Sambungan daripada Lagenda Elfarren... (1))
Seperti yang saya katakan, rupa-rupanya masalah saya berpunca daripada bahasa Inggeris!
Mengapa saya mengatakan demikian? Ada 3 sebab:
- Saya begitu terpengaruh dengan siri novel fantasi Inggeris, 'The Shannara Trilogy' tulisan Terry Brooks, dalam tidak sedar saya cuba meniru gaya tulisannya. Untuk pengetahuan pembaca, gaya tulisan Mr Brooks ini panjang-panjang sehinggakan 1 perenggan hanya terdiri daripada satu ayat sahaja. Berbeza dengan penulisan buku Melayu di Malaysia, satu isi satu ayat. Tetapi saya pula satu ayat merangkumi pelbagai 'details' dan menyebabkannya menjadi panjang sehingga boleh membentuk satu perenggan!
- Selain itu, apabila saya hendak membentuk satu ayat dalam penceritaan saya, secara tak sedar saya sebenarnya memikirkannya dalam bahasa Inggeris dahulu sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu! Lalu, apa yang terhasil seolah-olah merupakan hasil terjemahan yang tidak mengikut nuansa bahasa Melayu yang sedap.
- Saya juga baru saja menyedari saya sudah lama tidak membaca buku2 novel Melayu bagi mendapatkan semula 'feel' bahasa Melayu. Tidak hairanlah, 'perbendaharaan kata' Melayu saya agak rendah...
Agak terlambat? Yup, but still, better late than never, right?
Jadi, saya pun memulakan proses 'editing' yang rupa-rupanya merupakan proses yang sangat sukar dan akhirnya terus mematahkan semangat saya untuk terus berusaha mendapatkan penerbit yang sudi menerbitkan buku saya itu...
Dengan Kakak F pun tiba-tiba sahaja mendiamkan diri, saya tahu saya harus berusaha mencari penerbit lain, namun ternyata ia tidak pernah kesampaian.
Dengan bantuan abang saya, saya 'print-out' kesemua 800 mukasurat novel saya itu, dan mem'binding'kannya. Fikir saya, lebih mudah untuk diedit apabila dibaca sebagai sebuah buku daripada membacanya di skrin laptop saya.
Selain itu, ada juga saya print-out beberapa chapter awal dan memberikannya kepada abang saya untuk membaca dan memberikan komennya, manakala 'buku' setebal 800 mukasurat itu diberi kepada seorang rakan yang menyatakan dia sudi untuk baca dan meng'edit'kan untuk saya.
Sementara itu, saya menunggu sahaja 'feedback' daripada mereka dengan perasaan yang bercampur-campur. Keyakinan yang tidak berapa lama dahulu begitu menebal, kini semakin cair, namun tetap juga saya berharap akan mendapat 'positive review' yang pertama untuk hasil tulisan saya itu.
Namun, itu juga nyata tidak kesampaian...
Reaksi mereka; samada 'okaylah' (but without any conviction) - that's from my brother; dan juga, 'terlalu banyak nak kena edit/buang ni!' - that's from my friend.
In fact, almost everyone in my rental house felt the same way about my writing, with one of them, without any sense that i might hurt listening to his comment, said, "wow, teruk giler tulisan abang Zahar!"
Dan pada masa itulah, saya terus hilang keyakinan sama sekali untuk meneruskan perjuangan saya dalam bidang penulisan ini. Almost everyone come to me with either a very bad review or simply said 'no comment' straight to my face.
Don't get me wrong though. i didn't have any grudge on them (although i sure hope them to be a little bit more sensitive to my feelings). They just said what was in their mind at the time; which sadly was... well, nearly about the truth. They pointed on my weakness (which was good), but only relentlessly and harshly. But, it's okay guys, i forgave you already, hehe.
You know what happened after that? I found a little solace with this blog, and Sevenheroes blog. In these blogs, i continue my writings, but only this time in English. To my surprise almost all my friends really like my writing! My housemates, my friends, almost all of them gave glowing reviews!
And the funny thing was, they compared my writing in English with my writing in Malay and they all agreed on one thing: My english writing was better than my Malay one! Haha, you know, i felt like crying and laughing at the same time when i heard that. And while it took some time for me to drink in the fact, it also gave me something to cheer on and more conviction on my ambition to write my own English book someday.
But the story isn't finished yet. All that happened almost a year ago. And to tell the truth, i still have some hope that my Malay novel will see a daylight in a publishing world. For me, where i lacked with my language, i actually (or maybe) can covered it with my idea!
Why not? My idea is very grand! That first novel has already been divided into two books, and the truth is, i still have more idea for the story that can be written into 5 or 7 books!
So, i made up my mind, and i said i will try once again for this book to be published. I've edited it for countless times, and although it certainly won't be good enough for some of you, i still think this edited version is better, if not much, than the previous one.
That's why i have decided to setup another blog, Lagenda Elfarren, solely for this book. i have a big hope and bigger dream that anyone, anyone, can give their opinion, and even correct me wherever i messed up in my writing. i have fell in love with this writing stuff and i'm more determine than ever now, to at least improve myself in it.
With your help of course...
This is my journey to be a successful writer, and i hope and i pray, all of you will join and support me to meet the end of it...!
Thursday, March 27, 2008
Lagenda Elfarren... (1)
Ruangan kali ini adalah ruangan pertama saya menulis dalam bahasa Melayu (tidak termasuk beberapa 'entry' awal bagi tazkirah dan kuliah tafsir sebelum ini).
Sememangnya tujuan asal blog ini diwujudkan adalah sebagai medan untuk saya memperbaiki bahasa inggeris saya terutama dalam bentuk penulisan. Di kalangan sahabat-sahabat saya, ramai yang sudah mengetahui bahawa saya bercita-cita untuk menjadi penulis. Namun, tidak ramai yang tahu bahawa saya berhasrat untuk menulis dalam bahasa Inggeris; di samping turut menulis dalam bahasa Melayu juga. Itu adalah salah satu sebab saya mengambil kelas bahasa Inggeris di UiTM Shah Alam (selain daripada bahasa Perancis)...
Begitu juga agak ramai yang sudah mengetahui bahawa saya sebenarnya sudah pun menyiapkan sebuah novel berbahasa Melayu, kira-kira setahun yang lepas. Ya, setahun yang lepas! Sehinggakan ada yang bertanya bilakah novel saya itu akan diterbitkan kerana mereka sudah tidak sabar untuk membacanya..! ???
Sememangnya saya sangat ingin mempercayai bahawa kata-kata mereka itu bukan sekadar berbasi-basi atau sekadar satu topik perbualan setelah lama tidak berjumpa. Tetapi, beberapa keadaan yang berlaku tidak berapa lama dulu telah membuatkan saya hilang keyakinan dengan hasil penulisan saya sendiri, seterusnya membuatkan novel saya terperap begitu lama sehinggalah sekarang...
Lebih setahun yang lepas, saya betul-betul berkeyakinan tinggi dan mempunyai harapan yang besar terhadap hasil tulisan saya. Pada fikiran saya, saya telah berjaya menghasilkan karya yang menarik dan lain daripada yang lain (dalam pasaran buku di Malaysia). Malah, saya mula menghubungi beberapa rakan saya supaya mencarikan 'contact' bagi publishing house yang mungkin berminat untuk menerbitkan buku saya.
Namun, rupa-rupanya saya hanya berangan-angan besar sahaja.
Publisher pertama yang saya jumpa (actually the one and only, last year), direkomenkan oleh sahabat baik saya, Ramadhan. Saya masih ingat perasaan teruja saya ketika itu untuk berjumpa dengan pemilik syarikat itu. Dengan penuh semangat, saya membawa bersama laptop saya dalam perjumpaan yang bertempat di kafe IKEA, Mutiara Damansara. Syarikat itu masih baru dan pemiliknya adalah seorang wanita yang sangat 'nice' dan 'sporting' (for the purpose of this entry, I'll call her kakak F). Tanpa membuang masa, saya membuka laptop dan menyerahkan kepadanya untuk membaca bab 1 daripada novel saya itu.
Agak lama kakak F membacanya, sementara saya berbual-bual dengan Ramadhan di sebelah saya. Suasana di IKEA ketika itu begitu sibuk dan beberapa pengunjung di situ kelihatan memandang-mandang ke meja kami yang agak 'crowded' dengan laptop, makanan dan juga gelas minuman. Namun, saya tidak mempedulikan pandangan2 itu. Saya kini sedang mengorak langkah untuk menjadi 'penulis terkenal', kata saya dalam hati.
Namun, saya mula mengesan ada sesuatu yang tidak kena apabila Kakak F mengangkat wajahnya dan memandang tepat ke arah saya. Pandangannya redup dan definitely, tidak ada tanda 'excitement' pada wajahnya seperti yang saya harap2kan.
"Naratif awak bagus..." dia memulakan. Okay... "tetapi ayat yang awak gunakan... panjang sangat."
Itu adalah komen pertama yang saya terima. Saya hanya mengangguk, masih lagi berasa yakin. Kemudian Kakak F menambah, "bila kita menulis kita kena bayangkan siapa pembaca kita. Biasanya pembaca buku ingin membaca sambil berehat-rehat, dalam keadaan relaks. Jadi ayat yang kita gunakan kenalah mengikuti gaya pembacaan pembaca kita..."
Itu hanyalah sedikit sahaja. Ada beberapa lagi komen dan pandangan yang diberikan oleh Kakak F ketika itu, cuma saya tidak berapa mengingatinya lagi kini.
Perasaan saya ketika itu? 'Down', namun masih lagi bersemangat. Apatah lagi, Kakak F mengatakan dia agak berminat untuk menerbitkan novel itu. Cuma... saya perlu memendekkan novel itu, atau bahagikan kepada dua.
Untuk pengetahuan pembaca sekalian, 1st draft novel saya itu setebal hampir 800 mukasurat, A4, double spacing. Saya tahu, ia agak tebal, tetapi saya tidak tahu bahawa ia sebenarnya sangat tebal bagi standard buku Melayu. Walaupun setelah dibahagi dua, 400 - 400, ia masih lagi dikira tebal!
Ketika itulah, saya mula menyedari apa masalah sebenar saya apabila menulis dalam bahasa Melayu, dan mengapa ayat saya panjang-panjang dan agak berbelit.
Semuanya kerana bahasa Inggeris saya...!!! (Bersambung dalam entry Novel Melayu... (2))
** Penulis baru saja memulaan satu lagi blog. Blog itu khas untuk novel pertama tulisan penulis. 'Working title' setakat ini adalah 'Lagenda Elfarren'. Just click on the 'Elfarren' at the shoutbox to visit the blog. And while you're there, please leave a comment. Thank you...